Yang Dibaca-baca

Gw adalah salah satu orang yang suka banget baca buku. Eh bukan cuma yang berbentuk buku doang ding, cerita di internet ato ebook gratisan juga suka gw baca (iyalah, gratisan). Pokoknya yang berbau cerita-cerita gitu deh. Kecuali buku pelajaran tentunya. Tapi kalo pelajarannya dikemas dalam bentuk cerita yang menarik, gw bisa aja suka. Tapi sayangnya jaman sekarang jarang banget ada textbook yang menarik. Tapi mau gak mau harus dibaca. Huhuhu... textbook, textbook... Nginget bentuknya aja gw udah pusing. Apalagi kalo di covernya ada tulisan ‘biokimia’, oh peliss...

Tapi sekarang gw gak bakalan ngomongin tentang textbook, melainkan tentang buku cerita. Kenapa? Ngapain juga ngomongin textbook, pasti gak ada yang mo baca (kayak yang ini mo dibaca aja). Jadi gw ini udah bisa baca pas umur (menurut pengakuan orang tua gw) 3 taun. Sejak itu gw pun mulai membaca-baca apa aja yang tertulis. Kan ceritanya masih blagu nih karna udah bisa baca, jadi semuanya gw baca. Kalo lagi dijalan pasti gw ribut banget, sibuk membaca-baca apa yang bisa dibaca, mulai dari papan reklame sampe nama-nama gedung (kata orang tua gw lagi). Bukan main sombongnya gw waktu itu ya. Bikin capek mulut aja.

Nah jadi sekarang gw bakal nulis buku apa aja yang gw lahap mulai dari pas gw masih balita. Mari mulai!


1994 – 1996 “Age of Tales”
Di era ini, orang tua gw ngebeliin gw buku-buku dongeng. Yang gw inget tuh Putri dan Pangeran Katak, Gadis Penjual Korek Api, Alladin, Jack dan Biji Kacang, Cinderella, dsb. Pokoknya yang dongeng-dongeng lah. Oya gw juga baca cerita-cerita rakyat, kayak Malin Kundang, Sangkuriang, dsb.

1997 “Age of Kids’ Comic”
Nah pas gw udah mulai masuk SD, mulailah gw membaca komik-komik anak-anak, kayak Doraemon, Ninja Hatori, Kobo Chan, Sentaro, Nancy & Sluggo. Buku-buku dongeng udah gw tinggalkan. Tapi sejujurnya sih gw sampe sekarang pun masih bisa menemukan kesenangan dalam membaca dongeng. Waktu itu mungkin gw udah keenakan baca komik, tapi gw sama sekali nggak membenci buku dongeng kok, hihihi.

1998 – 2003 “Age of Kids’ Detective Novel”

Masa SD gw merupakan masa dimana gw membaca novel-novel detektif dan novel-novel yang berbau petualangan. Siapa yang nggak kenal Enid Blyton, pengarang novel detektif anak yang terkenal banget itu. Waktu gw SD, yang gw baca itu novel-novelnya Enid Blyton. Mulai dari Lima Sekawan, Sapta Siaga, dan novel-novel karangan Enid Blyton yang dalam satu buku ada banyak cerita. Gw juga baca Trio Detektif, Klub T2S, dan ada juga cerita-cerita singkat yang berbau petualangan. Gw sering banget terpengaruh dengan novel-novel yang gw baca ini. Malah gw sampe melakukan hal-hal konyol yang kalo mo diinget-inget sekarang bisa bikin gw ketawa. Gw dulu sangat mengimpi-impikan papa gw bakal bikinin gw rumah pohon, kamar rahasia, perpustakaan rahasia, pokoknya semua yang berbau rahasia-rahasia. Tapi sayangnya papa gw nggak pernah mengabulkan semuanya itu. Waktu SD juga gw pernah membentuk klub detektif, yang ada markas sendiri dan siapapun yang mau masuk harus mengucapkan kata sandi terlebih dahulu. Dan guess what? Klub gw nggak pernah mendapatkan kasus untuk ditangani (yaiyalah!). Kemarin gw ngambil semua buku Lima Sekawan gw di dus, karna gw pengen baca lagi buku-buku itu. Dan di beberapa novel tersebut, halaman depannya ada tulisan: “BIARKAN AKU MASUK, T REX”
Itu apaaaa coba? Hahaha. Gw sendiri lupa kalo gw pernah nulis itu di novel-novel gw. Kayaknya itu kata sandi kalo mo minjem novel-novel gw deh. Hahaha. Di halaman belakangnya juga tertulis angka-angka dan kode-kode yang gw lupa apa artinya. Ya ampun ternyata segitunya banget gw dulu...
Oya waktu gw kelas IV SD juga gw udah mulai membaca novel detektif berat, yaitu Sherlock Holmes. Gw inget banget novel Sherlock Holmes pertama gw dibeliin papa gw, yang judulnya A Study In Scarlet. Bayangin aja, kelas IV SD gw udah baca Sherlock Holmes! Begitu cintanya gw sama dunia detektif... hahaha.

2004 – 2005 “Age of Comic, and Teenlit Novel”

Ciee udah eS eM Pe jadi bacaannya udah yang cinta-cinta gitu deeeh. Hahaha. Di era ini gw mulai membaca komik-komik serial cantik dsb, seperti Imadoki, Angel Lip, Dream Kiss, Locker 1999, Mint Na Bokura, Marmalade Boy, Tears of Love, Epotoransu! Mai, dsb. Tapi nggak cuman komik serial cantik sih, gw juga mulai baca komik remaja yang ceritanya udah agak berat ceritanya seperti Hikaru No Go, Detective Conan, 20th Century Boys, dsb. Oya di era ini gw juga mulai membaca novel-novel teenlit, yang ceritanya remaja-remaja banget kayak Me vs Higheels, Tunangan, Not Just A Fairytale, Pulling Princes, Princess Diaries series karya Meg Cabot, dsb.

2006 – 2007 “Age of Boys’ Comic”

Saat gw SMA dan awal gw kuliah, gw udah mulai ‘jijik’ dengan komik serial cantik. Saat itu gw malu sendiri kalo inget gw pernah beli dan baca komik serial cantik. Hahaha. Karena di era inilah jiwa ‘boyish’ gw mulai muncul dan berkembang (backsound: teng, terereng, terereng!). entah kenapa waktu SMA dan awal masuk kuliah gw bisa tomboy banget. Hahaha. Gw anti banget hal-hal kemayu-kemayu dan hal-hal yang bersifat terlalu kewanita-wanitaan. Padahal waktu gw SMP gw kewanita-wanitaan banget, rambut gw di rebonding bo’! Bahkan temen gw ada yang nggak percaya kalo SMP gw pernah di rebonding saking boyishnya gw. Hihihi. Kok bisa ya SMP gw feminin dan SMA gw boyish. Maklum, masih mencari pohon jati, eh, jati diri. Nah di era inilah gw semakin sering membaca komik-komik cowok (maksudnya komik-komik yang pembacanya sebagian besar cowok) seperti Samurai Deeper KYO, Death Note, Bleach, Fullmetal Alchemist, Great Teacher Onizuka, Beck, Real, Homunculus, Pluto, dan tentunya gw masih membaca 20th Century Boys yang merupakan komik favorit gw. Gw juga nggak pernah telat membeli majalah komik Shonen STAR yang berisi komik-komik keren seperti Yakitate!! Japan, Wild Life, Detective Conan, Kekkaishi, Midori no Hibi, Comic Bomber, dll. Tapi seiring berjalannya waktu, gw menyadari bahwa uang saku gw nggak bakalan cukup kalo terus-terusan membeli majalah komik tersebut tiap bulannya. Jadi majalah komik gw itu terhenti di nomor 40an (kalo nggak salah inget). Dan gw melanjutkan membaca cerita favorit gw via internet... huhuhu gw bersyukur banget atas adanya manga scans :p
Di era ini juga gw mulai lebih sering membaca novel detektif dan misteri karangan Sir Arthur Conan Doyle dan Agatha Christie, dengan tokoh-tokoh Sherlock Holmes, Hercule Poirot, Miss Marple, dll. Gw menyukai semua novel karangan mereka berdua, tapi favorit gw adalah Valley Of Fear karangan Sir Arthur Conan Doyle, dan And Then There Were None karangan Agatha Christie.

2008 – now "Age of Non-fiction Novel"
Sejak gw mulai kuliah, gw udah mulai jarang membeli komik. Udah nggak sesering SMA. Paling gw baca manga scannya di internet. Hehehe. Di era ini gw membaca buku-buku non fiksi. Biasanya sih buku-buku rohani kayak The Purpose Driven Life, I Kissed Dating Goodbye, Waiting And Dating, Your Best Life Now nya Joel Osteen, Having A Mary Heart In A Martha World, dsb. Gw juga kadang membaca novel chicklit (INGAT! Chicklit, bukan teenlit) seperti karangannya Cecelia Ahern Where Rainbows End, dan P.S. I Love You yang sudah difilmkan dengan aktor terkenal Gerard Butler (yang istrinya gw lupa siapa). Juga novel chicklit karangan Meg Cabot seperti Boy Meets Girl yang gaya penceritaannya unik; hanya merupakan email-email, chat conversation, SMS, bahkan menu makanan yang disampingnya ada tulisan yang ditulis pemeran utama.


Hmm... tiba-tiba gw jadi pengen membaca lagi semua buku yang gw tulis tadi...

2 comments:

agiel - dewy 6 August 2010 at 06:02  

eh eh eh, tp di kampus kita liat tania baca komik miiko! koq :p..
hihhiihihihi..

N 20 August 2010 at 04:12  

yoiii miiko salah satu qt pe komik paporit euyy!! :))

err... welcome?
My photo
Sinner, saved by God's grace. Medical intern. Amateur photographer. Fail musician. 90s kid. Snickers fan. Everything is fun in my sight. Well, I write... stuffs.